oleh

TKI Asal Tulungagung, 1 Bulan Lebih Koma Di RS Hsinchu Taiwan Akibat Kecelakaan

Banner IDwebhost

Cakramedianews.id,Internasional Taiwan – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tulungagung, Jawa Timur, Catur (28th) yang mengalami kecelakaan tertabrak mobil travel akhir Januari lalu sudah sebulan lebih dalam keadaan koma di rumah sakit Hsinchu, Taiwan.

Demikian dijelaskan oleh Sekretaris Jenderal National Federation of Employment Service Association (NFESA) Taiwan Muriel Yu kepada Dinda Satgas KDE I Taiwan (27/2/2020) setelah menjenguk Catur.

“Hari ini saya menjenguk A Fan (panggilan lain Catur), keadaannya sangat kritis, hidupnya tergantung pada peralatan medis, kasihan sekali dia baru berusia 28 tahun, “jelas Muriel Yu.

Sejak kecelakaan liburan Imlek lalu, lanjut Muriel Yu, A Fan tidak sadarkan diri atau koma hingga sekarang. Tidak ada respon sedikitpun saat ia mengajaknya bicara.

Menurut Muriel Yu, apabila dipulangkan dalam keadaan seperti itu, untuk biaya pesawat, dokter dan suster pendamping saja diperkirakan menelan biaya NTD 2.000.000 atau 900juta rupiah lebih, belum lagi biaya perawatan di rumah sakit Indonesia nantinya.

Selain itu, Muriel Yu yang juga sebagai pengacara dari Catur akan mengusahakan supaya ia bisa mendapatkan haknya serta akan mengajukan kompensasi.

“Saya benar-benar akan mengupayakan untuk membantunya semaksimal mungkin, kasihan sekali, “ucap Muriel Yu yang selama ini sudah banyak membantu mendampingi PMI yang bermasalah di Taiwan,ungkapnya kepada Hanni selaku penerjemah Bahasa mandarin Satgas KDE I Taiwan

Ketika ditanya apakah agensi sudah mendatangkan keluarga Catur ke Taiwan. Muriel mengatakan kalau tidak ada halangan Minggu depan ayahnya akan tiba di Taiwan. Pada 4 Maret 2020

Menambahkan Dinda selaku Satgas KDI E Taiwan Divisi penidakan permasalahan TKI mengatakan pada awak media Cakramedianews.id melalui pesan WhatsApp dalam hal ini membantu penangganan serius dalam Advokasi untuk catur memperjungkan hak saat nanti proses dipengadilan yang sampai saat ini belum sadarkan diri.

“Harapnya pemerintah Daerah kabupaten Tulunggung-Jawa Timur bisa membantu sebagian untuk biaya dan sumbangsing dari gerakan sosial masyarakat meringankan beban dan biaya pengobatan dan pemulangan dikarenakan butuh biaya yang sangat besar,Pungkasnya. (010 Kl/Syifa/Nardi Cakra)

1

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI