oleh

Penjarakan Aparat pungli PTSL Desa Pekuncen

Banner IDwebhost

Kendal,Cakramedianews.id-Kasus PTSL Desa Pekuncen ibarat bom waktu yang akan meledak tiap saat, ketidak jelasan informasi yang di sampaikan antara Pokmas, Aparat Desa dan Ketua BPD, membuat Masyarakat Desa Pekuncen Kendal Jawa tengah meradang, Penyebabnya adalah satu dengan yang lainya saling bertentangan saat mereka mengeluarkan pernyataan mengenai besaran beaya yang di tarik kepada para peserta program PTSL.

Ketidak tranparan yang dilakukan oleh para oknum tersebut kepada awak media ini, patut diduga sebagai upaya untuk mengelabuhi besarnya beaya yang mereka tarik.

Bagaimana mungkin masing-masing anggota Pokmas memberikan keterangan jumlah yang berbeda misalnya :

Kasi Kesejahteraan Sejo mengatakan peserta Pokmas ditarik 300 ribu,

Kasi Pemerintahan Asis Hastuti mengatakan 450 ribu

Anggota Pokmas Komari yang di akui sebagai Ketua Pokmas mengatakan peserta ditarik 500 ribu, itu rincianya sebelum di tetapkanya pokmas

Bambang anggota Pokmas saat di temui awak media Cakramedianews.id mengatakan “Sesuai kesepakatan bersama biaya PTSL 150.000 ribu ditambah 450.000 ribu total 600 ribu, 150.0000 ribu untuk materai dan patok, 450.000 ribu itu Untuk Rincian-rincian serta honor-honor dan sebagainya” Kata Bambang.

Sedangkan Ketua BPD Abdul Syakur mengatakan ditarik 400 ribu. Sementara warga masyarakat peserta PTSL mengatakan ditarik sebesar 600 ribu.

Bila sesama Anggota Pokmas saja Menyampaikan besar beaya nya saja tidak sama tentu ini menimbulkan tanda tanya, apakah sebetulnya mereka (Pokmas) hanya boneka dari Aparat Pemerintah Desa, atau memang mereka tidak pernah melakukan rapat atau konsolidasi terhadap program PTSL tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Perwakilan peserta PTSL Desa Pekuncen melaporkan Pokmas dan Aparat Desanya ke Bupati, inspektorat, dan Kejaksaan, Mereka menuntut :
1. Pengembalian sisa besaran beaya yang mereka tarik.

2. Menuntut untuk segera mengusut secara tuntas semua penyelewengan yang ada di desanya.

Tidak hanya itu yang di laporkan, Mereka juga melaporkan tentang pungli2 yang lain, seperti penarikan beaya 50 ribu untuk setiap penerima bantuan benih jagung, Serta ketidak transparanya penggunaan anggaran Desa baik itu yang bersumber dari ADD maupun DD.(Nardi Cakra)

1

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI