oleh

PEMKOT PEKALONGAN TATA 16 WTP GANDENG CSR BUMN PT SMF

-DAERAH-24 views
Banner IDwebhost

Cakramedianews.id,Kota Pekalongan (11/1) – Penataan Warga 16 Terdampak Proyek (WTP) Penanganan Kawasan kumuh segmen Kali Lodji merupakan bagian upaya konfrehensip pemerintah dalam penanganan kawasan kumuh di wilayah Kota Pekalongan. Dan Realisasinya diwujudkan dalam pembangunan hunian baru di kelurahan Krapayak, dengan menggandeng PT. Sarana Multigriya Finance ( SMF ), Badan Usaha milik Negara ( BUMN ) melalui hibah Bina Lingkungan CSR sebesar Rp.1,490 Milyar.

Hal ini terungkap dalam acara peletakan batu pertama pembnagunan Hunian ( Realokasi ) 16 WTP, oleh Walikota Pekalongan, Shaelany Mahfudz di Kelurahan Krapyak, Senin 11 / 1

Dalama sambutannya, Walikota mengatakan bahwa pemerintah Kota berupaya melakukan percepatan penanganan kawasan yang berstatus kumuh, salah satunya di wilayah sempadan Kali Lodji, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Penataan kawasan Krapyak ini diprioritaskan menjadi kawasan percontohan penanganan kumuh sekaligus dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis kearifan lokal

Saelany Machfudz, menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung upaya strategis dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman / Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, untuk percepatan penanganan kawasan kumuh, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Kelompok Kerja Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman telah menetapkan Kawasan Krapyak menjadi Target Tuntas Kumuh tahun 2020/2021 melalui kegiatan penataan kawasan secara komprehensif.

Lebih lanjut, penataan kawasan ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang bebas kumuh dalam rangka mewujudkan hunian yang layak dan berkelanjutan. Selain itu, melalui kegiatan penataan kawasan ini diharapkan ada perubahan wajah kawasan yang signifikan, yakni kawasan yang asri dan nyaman, sehingga dapat mendukung pengembangan wisata.

Menurut Saelany, dalam hal penanganan Warga Terdampak Pembangunan (WTP), dibutuhkan kolaborasi penanganan dengan berbagai pihak termasuk CSR. Pihaknya bersyukur dan berterima kasih kepada CSR, PT. SMF yang telah merespon dengan sangat baik usulan Pemkot Pekalongan, dalam hal penanganan 16 WTP sehingga bisa memperbaiki / membangun kembali rumahnya hingga dapat dihuni secara layak.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Muhammad Sahlan, setidaknya ada 134 rumah WTP yang terkena proyek penataan kawasan tersebut, 21 rumah di antaranya terkena lebih dari 80 persen dan sudah tidak layak huni, sehingga mereka harus relokasi. Lima warga terdampak telah menyatakan siap relokasi mandiri, sedangkan 16 WTP lainnya akan dibantu untuk relokasi melalui bantuan dana hibah program pembnagunan Rumah hunian dari CSR PT SMF Sebesar 1, 490 Milyar. Dengan Pelaksana pembangunan hunian itu diserahkan kepada BKM Kelurahan Krapyak

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) , Trisnadi Yulisman menyebutkan, penataan pemukiman kumuh di Kelurahan Krapyak ini bersifat relokasi sekaligus dijadikan sebuah model penataan pemukiman yang awalnya kumuh menjadi layak huni beserta struktur kondisi bangunan yang ada(perubahan signifikan).

“Kami sangat senang berpartisipasi dalam penataan dan pengembangan kawasan Krapyak. Mudah-mudahan proyek ini segera berjalan dan dapat terselesaikan dengan lancar. Sehingga, dengan dilakukan relokasi 16 rumah WTP ini, maka ini akan merubah tatanan kota wilayah Kota Pekalongan yang lebih baik lagi dan membawa kemaslahatan bersama,” tandasnya.(Wimphy Cakra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI