oleh

MUTU COR BETON PEMBANGUNAN RKB LANTAI 2 SDN 3 PODOSUGIH DISOROTI GNPK-RI

-DAERAH-84 views
Banner IDwebhost

 

Cakramedianews.id,KOTA PEKALONGAN -Perubahan rencana pengecoran beton tiang penyangga dan Cor lantai 2 yang semula direncanakan dengan redik mix (pabrikasi) beralih dengan pola manual set mix pada pembangun RKB SDN 3 Podosugih patut diduga kwalitas dan mutu beton yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis sebagaimana dimaksud dalam standarisasi ketentuan juknis, minimal dengan spesifikasi beton Bermutu K-200.

Untuk memastikan kwalitas dan mutu pengecoran manual dalam pekerjaan konstruksi RKB SDN3, maka pihaknya menghubungi pakar tehnik konstruksi untuk dimintai pendapat dan masukannya terkait dengan pola pelaksanaan pengecoran beton secara manual, yang pelaksanaannya selalu diawasi Bidang Sarpras secara ketat.

Menjawab permasalahan tehnis terkait dengan pola kerja manual pengolahan pengecoran beton, diperlukan pendapat pakar konstruksi yang spesifik berpengalaman dibidangnya. menurut pendapat pakar Konstruksi, bahwa pola kerja pengecoran beton secara manual dalam prakteknya harus profesional dan diawasi secara ketat, dikarenakan pengolahan pengecoran beton dengan hasil setara kwalitasnya dengan mutu beton K200, diperlukan konsistensi dalam memilih bahan material dengan standar spesifikasi yang diperlukan, dan konsistensi dalam menakar bahan material dengan perbandingan komposisi masing-masing.
Sehingga apabila tenaga tehnis manual pengecoran dimaksud tidak melakukan konsistensi pedoman pengolahan pengecoran beton dengan standarisasi mutu K200, dipastikan kwalitas mutu beton yang dihasilkan tidak akan pernah mencapai sebagaimana diharapkan.

Sementara pelaksana proyek kegiatan konstruksi RKB SDN3, dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi pengecoran beton, masih menggunakan pola kerja manual, dengan hasil pengolahan pengecoran beton manual kwalitasnya masih dibawah mutu K200, dikarenakan dalam pengolahannya tidak berpedoman pada standarisasi pengolahan pengecoran beton dengan standar mutu K200. Oleh karenanya yang penting dipersiapkan dalam melakukan pengolahan pengecoran beton secara manual adalah pemilihan bahan material pasir dan batu split dengan standarisasi spesifikasi yang ditentukan, selanjutnya dalam pengolahan bahan material dimaksud, menggunakan komposisi dengan perbandingan bahan material yang berpedoman pada standarisasi pengolahan pengecoran beton mutu K200.

Hasil pengolahan pengecoran beton secara manual seringkali kwalitasnya dibawah mutu K200, maka untuk menjaga kwalitas hasil pengecoran beton setara dengan mutu K200, dalam pelaksanaanya wajib dilakukan pengawasan ekstra ketat dan sungguh-sungguh, terutama dalam pemilihan bahan material pasir dan batu split, apakah bahan material yang dipergunakan spesifikasinya sudah sesuai ketentuan?pengawasan selanjutnya pada komposisi campuran bahan material yang dipergunakan, takarannya harus sesuai dengan standarisasi pengolahan pengecoran beton dengan mutu K200, kata Pakar Konstruksi mengakhiri pendapatnya.

Sementara itu, kepala bidang sarana prasarana Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Slamet Mulyadi pada saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa 6 Oktober 2020 mengatakan bahwa dinas telah bersungguh-sungguh melaksanakan pengawasan dalam kegiatan pembangunan RKB SDN 3 Podosugih, dan menurutnya pola manual pengecoran beton yang dilakukan pelaksana sudah sesuai aturan, hal ini sudah kami konsultasikan pula dengan konsultan.Terangnya.

“Saat awal (Minggu,4/10) pengecoran dilakukan, saya berada dilokasi, dan konsultan pun mendampingi pekerjaan tersebut. Saya juga berkonsultasi dengan teman teman yang ahli konstruksi. Mereka berpendapat pola dan hasil kerja sudah baik”.Kata Kabid.

Keterangan Kabid Sarpras tidak menjelaskan secara detail berapa Komposisi perbandingan takaran masing-masing bahan material, pada saat alat SET MIK dioperasikan, sedangkan untuk memproduksi pengecoran beton terdapat pedoman pengecoran beton dengan mutu kwalitas yang dibutuhkan, sehingga untuk menjaga kwalitas pengecoran beton yang dilakukan secara manual dengan mutu K200, kuncinya pada pemilihan dan penggunaan bahan material pasir dan batu split yang spesifikasinya sesuai ketentuan, berikut komposisi perbandingan takaran bahan material sesuai ketentuan mutu K200.

Lebih lanjut Slamet Mulyadi menerangkan, ketika dalam test uji ternyata hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis, maka pihak dinas akan melakukan Jastifikasi Tehnik, dengan memberikan alternatif penguatan konstruksi pada item kerja terangnya.

Maka untuk memastikan kwalitas pengecoran beton manual, perlu diklarifikasi terkait dengan penggunaan bahan material dan komposisi perbandingan penggunaan bahan material pada pengolahan pengecoran beton secara manual yang berpedoman pada standarisasi pengecoran beton mutu K200 atau asal-asalan, maka perlu dilakukan pengujian pengolahan pengecoran beton di laboratorium, apakah hasil pengolahan pengecoran beton yang dipergunakan pada pembangunan RKB SDN 3 kwalitasnya sudah sesuai dengan mutu K200, kepastian kwalitas ini akan diketahui dari hasil pengujian laboratorium, tandas Ketua Umum GNPK-RI H.Basri.Kamis (8/10/2020).

Selanjutnya, H.BASRI BUDI UTOMO juga mempertanyakan Justifikasi tehnik yang dijadikan referensi dinas sebagai solusi penguatan, bila hasil tes dibawah standar mutu K-200.

Menyikapi referensi dinas dimaksud H.BASRI balik bertanya?Bukannya akan menjadi beban tambahan bagi P2S (Panitia Pembangunan Sekolah) dengan solusi penguatan tehnik dimaksud ? saya tegaskan dinas jangan bicara asbun, proyek ini menggunakan biaya rakyat, karena dengan jawaban seperti itu bisa ditafsirkan lain yang berdampak hukum, tandas H.Basri.

Sedangkan pada kenyataannya, dengan anggaran 370 juta, P2S tidak bisa menyertakan didalamnya untuk dibelanjakan perabot RKB, karena anggarannya tidak mencukupi, sehingga menjadi irasional manakala dinas mengandalkan solusi penguatan tehnis yang bakal menjadi beban anggaran P2S, tandas H.Basri

Kesalahan dalam perencanaan tidak seharusnya menjadi beban sekolah, sekalipun pelaksanaan program kegiatan dimaksud menjadi tanggungjawab kepala sekolah yang bersangkutan, seharusnya dinas terkait turut bertanggungjawab dalam melakukan pembinaan, agar dalam pelaksanaannya tidak asal-asalan atau bahkan saling lempar tanggungjawab, tandas H.Basri mengakhiri penjelasannya. (Winoto Cakra)

1

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI