oleh

Menindak Lanjuti Laporan Warga Desa Kedalon Kejari Pati Cek Lokasi Proyek Jembatan

Banner IDwebhost

Cakramedianews.id,PATI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati melakukan pengecekan terhadap proyek pembangunan jembatan yang sebelumnya dilaporkan warga Desa Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati.Selasa (16/6/2020).

Proyek jembatan yang dibangun dengan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 dengan penjang 27 meter dan lebar 2,5 meter yang berada di Dukuh Klumpit, Desa Kedalon dan berada di lokasi perbatasan antara Kabupaten Pati dengan Kabupaten Rembang dengan menelan biaya sebesar Rp 405 juta itu diduga bermasalah lantaran belum 1 tahun dikerjakan sudah rusak alias ambrol.

“Ya pak, belum ada 1 tahun sudah rusak, dan kerusakan itu terjadi akibat air hujan yang menggenang, dan kami bersama warga sebelumnya sudah menutup lubang yang ambrol agar bisa dilewati masyarakat yang melintas,”Ungkap salah satu warga Desa Kedalon.

Sebelumnya, kerusakan jembatan itu sudah berulang kali dilaporkan ke Kepala Desa, hanya saja hal itu tidak digubris, padahal kerusakan jembatan itu sangat meresahkan warga yang melintas, karena sebagai penghubung perbatasan antara Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang,”Ini baru 5 hari dikerjakan lagi, sebelumnya sudah kami laporkan, tapi tidak diindahkan Kepala Desa,”Sesalnya.

Amatan media, rusaknya jembatan di desa kedalon terlihat dari lonsornya tanah sebagai pondasi yang berada diujung bawah jembatan, termasuk cor juga terlihat rusak, bahkan proyek yang seharusnya dikerjakan melalui swakelola, namun dari Kepala desa diduga mengerjakannya melalui pihak ke 3,”Kami dibayar Rp 120 ribu/hari untuk memperbaiki jembatan itu, dan ini adalah hari ke 5 kami bekerja memperbaiki jembatan yang rusak ini,”Kata Salah satu pekerja yang merehab jembatan yang rusak itu.

Para pekerja itu mengaku longsornya jembatan disebabkan karena kurangnya material seperti semen yang dicampur dengan padas, sehingga ketahanan pada jembatan tidak bisa kuat dan mudah runtuh.
ditemui terpisah, Ketua BPD Desa Kedalon Bambang ketika dikonfirmasi mengaku bahwa proyek jembatan yang dipermasalahkan warga itu dibuat sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), yang diketahui oleh Fasilitator Kecamatan (FK) termasuk gambar jembatan.”Rusaknya jembatan itu bukan karena konstruksi jembatan, namun di sebelah timur jembatan ketika ada air yang masuk lalu menggenangi, sehingga mengakibatkan pondasi ambrol, dan dari beberapa donatur ada yang ikut menyumbang memperbaiki,”Paparnya.

Disinggung pekerjaan jembatan yang dikerjakan melalui pihak ke 3, Bambang mengaku tidak tahu dan meminta agar wartawan menanyakan langsung ke Kepala Desa,”Untuk pelaksanaan jembatan itu intinya sudah melalui Musdes, dan rapat bersama RT dan BPD, apabila dikerjakan melalui pihak ke 3, silahkan tanyakan langsung ke Kepala Desa,”Singkatnya.

Sementara Kepala Desa Kedalon ketika dikonfirmasi melalui pesan selulernya tidak ada tanggapan sampai berita naik terbit, bahkan dari tim Kejaksaan yang melakukan pengecekan lokasi jembatan ketika dikinfirmasi masih enggan memberikan tanggapan.”Maaf mas, kami baru melakukan pengecekan,”Singkat salah satu jaksa.(AndiCakra)

1

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI