oleh

Kolisun Asal Tamangede Gemuh Kendal Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

-DAERAH-55 views
Banner IDwebhost

Cakramedianews.id,Kendal – Telah didapat info bahwa atas nama Kolisun yang ikut menjadi Korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air S-J 182 route Jakarta Pontianak, bahwa yang bersangkutan adalah asli Warga Desa Tamangede Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal. Namun yang berasangkutan sudah tidak berdomisili di Desa Tamangede kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal selama 15 Tahun,

Dikarenakan sudah menikah dengan warga Sambas Pontianak Kalbar, sehingga domisili sudah pindah penduduk di Keluraran Desa semparuk rt 39/12 Kec Semparuk Kabupaten Sambas Kalimatan Barat. Senin (11/01/2021).

Sa’adah salah seorang ibu korban pesawat Sriwijaya, warga RT 5 RW 1 Desa Tamangede menuturkan, mengetahui anaknya turut menjadi korban pesawat Sriwijaya Air setelah diberitahu oleh menantunya yang berada di Sambas Kalimantan Barat melalu telephon, bahwa Kolisun anak kandungnya yang menjadi salah satu korban pesawat Sriwijaya,

“Anak saya merantau sudah 15 tahun, beristri orang Sambas. Tinggal menetap di Kalimantan bersama dengan anak istrinya,” kata Sa’adah saat ditemui di rumahnya, senin (11/1/2021).

Setelah mendapat kabar dari menantunya bahwa anak sulungnya turut menjadi korban kecelakan pesawat Sriwijaya Air, dirinya hanya bisa bersedih dan pasrah.

“Saya pasrah saja dan saya sangat berharap jasad anak saya segera bisa ditemukan,” ungkapnya.

Menurut keterangan Sa’adah ibu dari Kolisun Bahwa korban pada saat itu sedang balik ke jawa, guna belanja keperluan dagagan di Solo dan di Bandung setelah itu korban ingin pulang ke Kalimatan dengan pesawat Sriwijaya Air dan terjadilah kecelakaan tersebut .

“Saya berharap apabila Korban ditemukan akan dimakamkan di Desa Kelahiranya Tamangede Kecamatan Gemuh,” harapnya

Sementara itu, Kapolsek Gemuh AKP Abdullah Umar mengaku, setelah mendapatkan informasi tentang korban kecelakan pesawat adalah warga Taman Gede, segera menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa setempat.

“Setelah saya berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dan saya cek ke rumah orang tua korban, memang benar bahwa korban anak dari Ibu Sa’adah warga Tamangede,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Taman Gede Munadi. Dikatakan, korban memang awalnya adalah warga Taman Gede, namun sudah lama pindah domisili.

“Korban pindah domisili serta sudah menetap bersama anak dan istrinya di Kalimantan,” katanya.(Nardi Cakra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI