oleh

Desa Jeruk Kecamatan Selo Bentuk Team Siaga Desa

-DAERAH-194 views
Banner IDwebhost

Cakramedianews.id,Boyolali-Ratusan warga, relawan tim siaga desa (TSD) dan aparat pemerintah terlibat langsung dalam Apel Simulasi Penanganan Bencana dan pembentukan Tim Siaga Desa (TSD) di Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Kamis (12/10).

Kegiatan siaga Desa ini untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Caranya, melalui penyelenggaraan kegiatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di lingkungan setempat.

Ketua Tim Siaga Desa Suhar mengungkapkan “berdasarkan hasil survey, indeks resiko bencana di Kecamatan Selo cukup tinggi.
Tapi itu bisa dikelola dengan baik, ada yang namanya peran kebencanaan, ada penanganan saat bencana ada rehab report pasca bencana,” jelasnya.

Suhar juga mengimbau Tim Siaga ini bisa menginiasi daerah-daerah yang lain.

Karena yang namanya Tim Siaga Desa tidak terkekang oleh batas administrasi, jadi tidak hanya melayani Desa Jeruk saja tapi juga desa di sekitarnya, semoga di Kabupaten Boyolali ada kampung atau Tim Siaga Desa yang lain,” harapnya.

Lebih lanjut Suhar berpesan untuk bersinergi bersama-sama membangun Kabupaten Boyolali.

“Kolaborasi persaudaraan kita kedepankan, dan dengan sinergi, kolaborasi dan persaudaraan saya yakin Kabupaten Boyolali lebih maju,” pesannya.

Sementara itu Joko kepala Desa Jeruk menjelaskan bagaimana strategi masyarakat jika terlibat secara langsung dalam kesiapsiagaan mitigasi penangananan bahkan upaya-upaya perlindungan pasca kedaruratan.

“Yang perlu saya sampaikan bahwa ada desa tangguh, ada kampung siaga, nah ini akan kami rekonstruksi ulang karena apa yang dilakukan oleh Kementerian Sosial tentunya pendekatannya kepada kawasan atau area yang diperkirakan terdampak atau rawan bencana.

Sementara Desa Tangguh itu bermuara pada kesiapsiagaan pada setiap desa sesuai dengan wilayah administratif dan yang berisiko. Sudah tentu kita harapkan pengelolaan Desa Tangguh tersebut ada kepengurusan dan kesiapan dari desa tersebut,” jelasnya.

Menurut Joko, bencana bukanlah suatu hal yang harus ditutup-tutupi. Masyarakat harus hidup harmoni dengan daerah yang memang rawan bencana.

“Kita tahu bahwa Kecamatan Selo khusus nya Desa Jeruk tingkat kerawanan bencana bisa terjadi sewaktu-waktu dari berbagai sumber baik longsor, erupsi seperti yang terjadi di daerah lain. Tidak perlu menjadi suatu hal yang menakutkan, tapi kita bersama-sama memahami bahwa memang daerahh kita Indonesia umumnya memang daerah rawan bencana,”

Joko berharap apabila terjadi suatu bencana alam yang bisa kira prediksi desa sudah siap menghadapi, personel sudah terlatih dalam setiap keadaan apapun.tidak luput kami selalu sosialisasi kepada masyarakat agar tanggap akan bencana” tutupnya.
(winoto cakra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI