oleh

AWK Hina Simbol Kepercayaan Masyarakat Nusa Penida Ratusan Massa Kenakan Atribut Poleng Gelar Aksi Damai

-DAERAH-25 views
Banner IDwebhost

 

Cakramedianews.id,KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menerima tuntutan pernyataan sikap komponen masyarakat Nusa Penida yang melakukan aksi damai mengecam pernyataan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Arya Wedakarna alias AWK.

Pernyataan Sikap Semeton Nusa Penida ini diserahkan oleh koordinator aksi, I Wayan Sukla disaksikan oleh Kapolres Klungkung dan Dandim 1610/Klungkung di depan Monumen Puputan Klungkung, Selasa (3/11).

Dalam pernyataan sikap tersebut, I Wayan Sukla menyampaikan beberapa poin diantaranya mosi tidak percaya kepada AWK selaku anggota DPD RI Wakil Bali, mendesak kepada Badan Kehormatan DPD untuk memberhentikan AWK dari DPD RI, serta mempolisikan AWK karena telah menghina simbol-simbol dan kepercayaan masyarakat Nusa Penida.

Massa yang berjumlah sekitar 300 orang lebih dengan mengenakan atribut poleng tiba didepan monument Puputan Klungkung pada pukul 08.30 Wita dengan 5 kendaraan truk. Mereka datang langsung dari kepulauan Nusa Penida guna meramaikan aksi damai ini.

Rombongan yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat ini selanjutnya berorasi menyampaikan berbagai kecaman dan tuntutan yang ditujukan kepada AWK, yang dianggap telah menyinggung kepercayaan masyarakat Nusa Penida. Aksi ini dikawal oleh sekitar 500 polisi dengan didukung tiga mobil water canon.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengapresiasi karena aksi ini telah dilakukan dengan damai dan dilaksanakan di tempat yang sakral yakni Monumen Puputan Klungkung. Hal ini sesuai dengan saran yang telah disampaikan Bupati Suwirta dalam pertemuan di wantilan Pura Dalem Ped, Nusa Penida.

“Belajar dari apa yang terjadi selama ini, sebagai Pemerintah Daerah menghimbau jangan sampai menyakiti orang lain. Sehebat apapun kita dan berapa pun jumlah buku yang telah dibaca, berbicaraah sesuai kewenangan. Jangan menganggap diri hebat sehingga saat berbicara akan dapat menyakiti atau melukai perasaan orang lain.” ujar Bupati Suwirta.

Dihadapan para pendemo, Bupati Suwirta berjanji bersama Kapolres dan Dandim Klungkung akan meneruskan apa yang menjadi tuntutan dalam orasi.

“Percayakan kepada kami tetapi terus saling mengingatkan. Agama dan keyakinan bukan untuk dikupas dan diungkit ungkit namun untuk dilakukan sebaik baiknya. Karena jika agama dan keyakinan ini diungkit maka akan bisa menyebabkan luka bagi penganutnya.”ujar Bupati asal Nusa Ceningan.(sumber/gun/cakra)

1

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI